Biasa terjadi di kalangan muda, menganggap memakai batik itu hanya pada acara resmi saja. Yang paling sering adalah ketika menghadiri undangan resepsi pernikahan. Banyak orang muda membeli batik hanya untuk persiapan acara seperti itu. Namun ketika ada di antara mereka yang mengenakan batik pada hari biasa, ada saja yang berkomentar, “mau kondangan?”
Persepsi tentang memakai batik hanya pada event resmi sebenarnya tak perlu terjadi lagi. Bangsa kita sudah biasa memakai batik. Ingatkah ketika kita masih sekolah, harus mengenakan seragam batik pada hari-hari tertentu? Ingatkah ketika pegawai negeri harus mengenakan batik KORPRI pada hari tertentu pula? Ya, sebenarnya itu merupakan ajakan pemerintah agar kita bangga mengenakan batik. Namun karena ajakan tersebut bersifat top down, ada saja orang yang merasa terpaksa mengenakannya. Bahkan tidak sedikit orang yang anti mengenakan batik, lantaran tak mau dikesankan sebagai orang penurut. Orang seperti ini biasanya lebih bangga dianggap sebagai pelawan arus (mainstream).
Kita bersyukur PBB meresmikan Batik sebagai warisan budaya Indonesia. Kita juga patut bangga karena pemerintah menjadikan hari ini, 2 Oktober 2009 sebagai Hari Batik Nasional. Semoga saja dengan dua momentum penting itu, bangsa kita – terutama generasi muda - tak lagi malu berbatik ria.
Terima kasih juga mesti kita insyafi terhadap saudara serumpun kita, Malaysia. Jika mereka tak mengklaim budaya Nusantara – salah satunya batik - sebagai budaya mereka, mungkin semangat berbudaya kita tak akan meninggi. Terlepas dari niat apapun, saya secara pribadi berterima kasih kepada saudara serumpun di Malaysia.
Kita tinggal kita sendiri. Apakah kita bangga dengan batik? Apakah kita hanya memakai batik pada acara resmi saja? Semoga saja mulai hari ini, makin banyak bangsa kita yang bangga dengan keragaman batik nusantara. Ya! Batik bukan cuma dari Jawa. Batik bukan milik orang Jawa saja. Banyak daerah lain di Indonesia yang juga memiliki batik khas. Batik adalah kreasi budaya lokal yang mengindonesia, bahkan kini telah mendunia. lihat saja Nelson Mandela, pemimpin Afrika Selatan, yang selalu mengenakan batik kemanapun dan kapanpun dia pergi.
Betapa bangganya aku jadi bangsa Indonesia!






